Bulan Suci

Oleh : Reynji Nur Hazanah*
Kemarin aku masih bermimpi bulan tertidur berselimutkan kalbu
Kemarin aku masih bermimpi desiran debu hitam dengan paksa menembus mata sayu
Kemarin aku masih bermimpi langit meronta pedih bermusuh karena noda bertamu
Kemarin aku masih bermimpi bumi berlinang air mata melirik sendu
Kala bintang-bintang yang mulai berdiskusi palsu

Namun, tidak ada satu pun yang sanggup berucap…
Bahwa kelak semua akan menjadi nyata
Tak ada pun dari mereka mimpi-mimpi itu…
Berani mendekat menebar ketakutan
Musnah…
Hancur…
Bagai tenggelam oleh waktu

Hari ini aku melihat, bagaimana bulan berdiri tegak menatap pasti tanpa ada keraguan
Hari ini aku melihat, bagaimana bulan dengan rakus menghina noda-noda menjijikkan
Hari ini aku melihat, bagaimana dirgantara bersendu riang bulan datang memeluknya
Hari ini pun aku melihat, bagaimana bulan menepis ucapan bibir-bibir kotor
Dengan hati tenang

Semua jiwa menangis, paham diri akan hati yang tak pernah bersih
Semua jiwa berkumpul, di sepertiga malam saling meneguk air bening beriringkan doa suci
Semua jiwa terdiam senang, sabar menahan nafsu dari si penggoda diri
Demi menanti lantunan kumandang suci yang menyejukkan hati

Sungguh kenikmatan tiada henti Engkau suguhkan
Sungguh kami berucap syukur dengan kata Alhamdulillah
Engkau membawa bulan yang suci untuk tiba di pelabuhan Ramadhan penuh berkah
Terimakasih Ya Allah  

Komentar

Postingan Populer